Waktu tanpa di sadari berjalan dengan begitu cepat dan Alhamdulillah hingga saat ini masih di beri kesempatan oleh sang pencipta untuk berada di dunia ini, namun terkadang diri ini masih terlena akan nikmat dunia, namun semoga saja ketika kembali pada sang pencipta diri ini dalam keadaan terbaik dan bisa menuju surga nya, banyak keinginan yang di harapkan dalam kehidupan ini aku ingin menjadi orang kaya agar aku bisa bersedekah kepada siapa saja, bisa menolong sesama, dan aku sangat ingin ke tanah suci ya Allah, semoga saja semuanya bisa ku dapatkan, aku pun juga menginginkan pasangan yang baik agamanya walau aku merasa diriku jauh dari kata sempurna, walau waktu cepat berlalu namun aku juga berterimakasih kepadanya karna begitu banyak cerita yang terukir di dalam nya, hingga aku di pertemukan dengan seseorang yang aku mengaguminya, karna bagiku dia sangat baik dalam agamanya, dia pun kriteriaku juga tapi kembali lagi jodoh ada di tangan sang pencipta, aku sangat menginginkan jodoh lelaki soleh ya Allah agar aku bisa menjadi orang yang jauh lebih baik yang dia akan menuntunku dan mencari surgamu bersama, semoga saja nasib baik dan keberuntungan selalu mengiringi langkahku, Aamiin, hanya padamu pengharapan terbaik ya Allah, dari aku hambamu :)
Catatan Harianku
Jumat, 25 Desember 2020
Minggu, 14 Juli 2019
Beasiswa PPA
Sedih sih, kenapa? Dari dulu aku menggarapkan beasiswa PPA namun pas tiba waktunya udah bisa daftar jarak memisahkan aku tinggal di Bengkulu, ketika aku mau daftar aku harus pergi ke SUMBAR untuk mengururusnya, mungkin tahun ini nasib berkata lain kepadaku, awal mula aku down (sakit) itu tanggal 5 julii namun pemberitahuan adanya beasiswa PPA itu sekitar tanggal itu juga, yang paling sedih aku tak mungkin bisa mengurusnya, kenapa demikian? Aku jatuh sakit rupanya sakit itu pun lama sampai tanggal 14 juli, sedangkan tepat tanggal 14 juli nama-nama orang yang lulus seleksi beasiswa di kampus sudah keluar, aku begitu ingin mengurusnya tetapi jika aku tetap memaksakan diri untuk mengurusnya aku takut jika terjadi apa" denganku nantinya karena bukan sedikit yang harus aku urus dan aku juga harus pulang balik Bukittinggi-Padang belum lagi jarak Bengkulu ke Sumatera Barat tidaklah dekat dan berbeda pulau, tahun ini mungkin belum rezekiku, dan kesempatan terakhirku untuk mendapatkan beasiswa PPA yaitu tahun depan semoga tahun depan aku bisa mengikuti seleksinya dan tak ada rintangan satu pun yang menghadang, sedih namun aku harus semangat karena kehidupan bukan selalu tentang kesedihan dan kamu berhak untuk bahagia, untuk yang lulus tahun ini untuk teman-temanku dan kakak seniorku selamat ya dan teruskan perjuangan kalian semoga berhasil semua🙏
Sabtu, 02 Maret 2019
Masa Depan
Menyayangimu?
Iya aku sangat Menyayangimu
Mau bersatu?
Aku sangat ingin sekali
Namun siapakah kamu seseorang yang akan mendamping ku di masa depan nanti?
Tetapi kenapa engkau tak menjalani kini?
Karena aku takut percuma saat ini kita bersatu namun di pelaminan bukan kamu
Aku tak perlu bersamamu sekarang, yang aku inginkan engkau menjadi masa depan dan menemaniku selamanya, karena cinta sejati bagiku bukan orang yang mengajak pacaran namun akhirnya akan meninggalkan, tetapi orang yang melamar dan mampu menerima aku, keluarga dan semua kekurangan :(
Namun hanya sang pencipta yang tau siapakah jodohku nantinya
Semoga itu yang terbaik nantinya yang akan mendampingi
Dan insyaallah aku akan sebaik mungkin menjadi makmum terbaik untukmu untuk siapapun imamku nanti dan menjadi ibu luar biasa untuk anak-anak kita nanti
Kamis, 12 Juli 2018
Parafrase Puisi
Cakrawala Dunia
Karya:Melvi Fitriani
Ketika tatapan sengit yang orang lain berikan, aku akan biasa saja karena aku tahu (Aku hanya orang biasa) hidupku (Sederhana) tidak seperti merkeka yang bisa hura-hura menghabiskan uang tanpa ada kiranya, sedangkan aku(tidak punya apa-apa) yang sangat berbeda dengan mereka (Namun) aku tetap bersikap biasa karena aku tahu itu tidak ada gunannya, walaupun seperti itu (keinginan) yang aku miliki mampu (mengalahkan semuanya).
Kehidupan (Tanpa disadari) begitu banyak makna, banyak hal yang bisa dilakukan karena seperti yang kita ketahui (begitu canggih dunia) maka dari itu akan ku manfaatkan sebaik mungkin tanpa (Membuat) celah satupun, karena aku (terus ingin menggengam dunia) dengan terhampar luasnya kecanggihan yang ada (Apa saja) akan bisa kita (dapat). seperti pengetahuan yang luas, dan beranekaragam apa pun dapat (diketahui) bisa itu (Dari sebuah buku) yang kita baca untuk mencari informasi yang ada, bisa juga dengan memanfaatkan (Handepone) yang dimiliki karena itu sumber utama cakrawala dunia (dan semuanya) bisa kita cari tinggal keinginan yang ada di dalam diri. Ketika semua fasilitas memadai dan mudah di cari (Dengan itu) bisa membuat (ku tahu informasi dunia) yang begitu banyak, bukan Cuma aku orang lain pun juga bisa mengalaminya. (Walau) aku selalu dianggap sebelah mata dan (yang dipunya) tidak seberapa dibandingkan dengan yang mereka punya aku tidak merasa iba, ketika aku (hanya) memiliki sebuah (smartphone) yang sangat (biasa) aku tetap bahagia, yang terpenting aku bisa mencari dan mengetahui semua yang ada, ketika ocehan dimana-mana (Tetapi tidak) pernah (membuat goyah) diri ini karena aku selalu mensyukuri apa yang aku punya.
Ketika sudah tertanam (Rasa ingin tahu yang begitu tinggi) aku tidak pernah menghiraukan semua perkataan mereka yang menghina karena itu (Mengalahkan semuanya) aku terus melangkah maju untuk mendapatkan apa yang diinginkan. (Oh informasi) yang begitu sangat berarti (akan ku cari) selalu dimanapun(engkau) berada (Agar dapat) mewujudkan cita-cita menjadi orang yang berguna dan dapat membantu sesama, yang harus diingat akan (ku taklukan dunia) demi cita-cita yang mulia (Dan) nantinya akan (ku ceritaka pada) generasi-generasi seterusnya bahkan ke (semua) orang yang ada agar tercipta dunia yang begitu indah dengan sejuta informasi yang dipunya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada Karna aku ingin dunia mengetahui bahwa aku bisa.
Minggu, 25 Maret 2018
Puisi Terbaik
DOA
GADIS KOTEKA
Karya:Getfi
pebsinta
Mentari terbit diwajah
sang gadis
Menari kesana kemari
mengejar cahaya
Diujung timur surga
matahari
Ditempatku berpijak
tuhan simpankan mutiara indah
Tangan kokoh mengoyak
perutnya
Bagaikan radikal bebas menghancurkannya
Radikal bebas kian
bergerak acak
Menarik berkah tuhan
sampai akarnya
Gadis koteka menunduk
tak berdaya
Rumah retak tak
berpuing
Meredam radikal bebas
dengan antioksidan
Bergeming tak berdaya
Sang gadis menatap ke atas
Memuja sang perkasa
Energi aktifasi
membangunkan jiwa
Menari radiasi dari
ilahi
Membungkus tangan
Menghujam lembing
Menanam asa
Doa gadis koteka
Rabu, 03 Januari 2018
Semua Atas Izin Allah
Aku rindu padamu, aku bahkan sangat merindukannya, tatapan hangat dan mendalam bagai sinar yang memancarkan cahaya-cahaya cinta dari kedua bola matamu yang tak pernah ku lupakan sepanjang masa, hari-hari yang selalu kita lalui bersamaan sekarang tiada pernah ku rasakan kembali tapi ku berharap itu kan dapat terulang kembali di kemudian hari bahkan jauh lebih indah dari sebelumnya, pertemuan kita yang pertama kali membuatku selalu terbayang akan indahnya dirimu teringat jelas nama dan bayangan semu dimemoriku, kenang-kenangan indah yang pernah kita rasakan walaupun sekejap seperti menggenangi raga ini, di setiap sudut sekolah memiliki cerita tentang kita berdua, jujur aku merindukan itu semua.
Kau yang ku nantikan dari dulu, hanya dirimu yang ku mau, terimakasih sudah menjadi sebagian kecil namun indah dalam hidupku, tetapi disisi lain aku juga takut apa yang aku harapkan itu tidak akan berubah menjadi kenyataan, itu semua cuma bayangan semu, tapi tiada lelah untai demi untai kata ku tuturkan kepada sang pencipta yaitu Allah SWT, karena ku yakin tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika Allah berkehendak, aku yakin dengan itu semua, Allah maha membolak-balikan hati manusia, bisa jadi untuk saat ini perasaanmu biasa-biasa saja akan tetapi kita tidak pernah tau dengan hari esok apakah perasaanmu tetap sama atau sudah berubah. Jodoh, takdir, maut kita tidak lah pernah tau hanya Allah yang tau karena ia yang menentukan semuanya dan semuanya sudah di atur oleh allah, kita hanyalah manusia biasa yang tiada bandingan apa-apa.
Di setiap apa yang terjadi tidak ada yang kebetulan begitu pula dengan pertemuan kita aku yakin Allah merencanakan sesuatu yang indah di balik pertemuan kita ini, tetapi kita juga jangan bangga dengan pertemuan karena di balik kata pertemuan ada kata perpisahan, iya perpisahan juga akan terjadi lambat ataupun cepat kita hanya bisa bersiap-siap dan menerima semua itu karena pada hakikatnya setiap yang bernyawa akan kembali kebada-Nya.
Kau yang ku nantikan dari dulu, hanya dirimu yang ku mau, terimakasih sudah menjadi sebagian kecil namun indah dalam hidupku, tetapi disisi lain aku juga takut apa yang aku harapkan itu tidak akan berubah menjadi kenyataan, itu semua cuma bayangan semu, tapi tiada lelah untai demi untai kata ku tuturkan kepada sang pencipta yaitu Allah SWT, karena ku yakin tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika Allah berkehendak, aku yakin dengan itu semua, Allah maha membolak-balikan hati manusia, bisa jadi untuk saat ini perasaanmu biasa-biasa saja akan tetapi kita tidak pernah tau dengan hari esok apakah perasaanmu tetap sama atau sudah berubah. Jodoh, takdir, maut kita tidak lah pernah tau hanya Allah yang tau karena ia yang menentukan semuanya dan semuanya sudah di atur oleh allah, kita hanyalah manusia biasa yang tiada bandingan apa-apa.
Di setiap apa yang terjadi tidak ada yang kebetulan begitu pula dengan pertemuan kita aku yakin Allah merencanakan sesuatu yang indah di balik pertemuan kita ini, tetapi kita juga jangan bangga dengan pertemuan karena di balik kata pertemuan ada kata perpisahan, iya perpisahan juga akan terjadi lambat ataupun cepat kita hanya bisa bersiap-siap dan menerima semua itu karena pada hakikatnya setiap yang bernyawa akan kembali kebada-Nya.
Senin, 01 Januari 2018
Tanah Perantauan
PERANTAUAN MENGAJARKANKU
Aku dulu mungkin bisa tertawa dengan sesuka hatiku
Pergi kemana saja tanpa mengenal waktu
Menyia-nyiakan kebersamaan yang ada di tempat ternyaman yaitu rumah
Akan tetapi ketika berada di tempat yang jauh yaitu tanah perantauan
Aku? Iya aku baru menyadari semuanya
Banyak hal-hal baru yang kutemui
Banyak yang dapat aku pelajari disini
Dari perantauan aku bisa lebih menghargai kebersamaan
Dari perantauan aku tau apa arti kerinduan yang sesungguhnya
Tangis dan tawa selalu mengiringi
Ketika tangis menyelimuti hanya sang kuasa mengetahui
Ketika tawa sedang bergema keluarga tak pernah ku lupa
~Melvi Fitriani~
Langganan:
Postingan (Atom)