Sedih sih, kenapa? Dari dulu aku menggarapkan beasiswa PPA namun pas tiba waktunya udah bisa daftar jarak memisahkan aku tinggal di Bengkulu, ketika aku mau daftar aku harus pergi ke SUMBAR untuk mengururusnya, mungkin tahun ini nasib berkata lain kepadaku, awal mula aku down (sakit) itu tanggal 5 julii namun pemberitahuan adanya beasiswa PPA itu sekitar tanggal itu juga, yang paling sedih aku tak mungkin bisa mengurusnya, kenapa demikian? Aku jatuh sakit rupanya sakit itu pun lama sampai tanggal 14 juli, sedangkan tepat tanggal 14 juli nama-nama orang yang lulus seleksi beasiswa di kampus sudah keluar, aku begitu ingin mengurusnya tetapi jika aku tetap memaksakan diri untuk mengurusnya aku takut jika terjadi apa" denganku nantinya karena bukan sedikit yang harus aku urus dan aku juga harus pulang balik Bukittinggi-Padang belum lagi jarak Bengkulu ke Sumatera Barat tidaklah dekat dan berbeda pulau, tahun ini mungkin belum rezekiku, dan kesempatan terakhirku untuk mendapatkan beasiswa PPA yaitu tahun depan semoga tahun depan aku bisa mengikuti seleksinya dan tak ada rintangan satu pun yang menghadang, sedih namun aku harus semangat karena kehidupan bukan selalu tentang kesedihan dan kamu berhak untuk bahagia, untuk yang lulus tahun ini untuk teman-temanku dan kakak seniorku selamat ya dan teruskan perjuangan kalian semoga berhasil semua🙏
Minggu, 14 Juli 2019
Sabtu, 02 Maret 2019
Masa Depan
Menyayangimu?
Iya aku sangat Menyayangimu
Mau bersatu?
Aku sangat ingin sekali
Namun siapakah kamu seseorang yang akan mendamping ku di masa depan nanti?
Tetapi kenapa engkau tak menjalani kini?
Karena aku takut percuma saat ini kita bersatu namun di pelaminan bukan kamu
Aku tak perlu bersamamu sekarang, yang aku inginkan engkau menjadi masa depan dan menemaniku selamanya, karena cinta sejati bagiku bukan orang yang mengajak pacaran namun akhirnya akan meninggalkan, tetapi orang yang melamar dan mampu menerima aku, keluarga dan semua kekurangan :(
Namun hanya sang pencipta yang tau siapakah jodohku nantinya
Semoga itu yang terbaik nantinya yang akan mendampingi
Dan insyaallah aku akan sebaik mungkin menjadi makmum terbaik untukmu untuk siapapun imamku nanti dan menjadi ibu luar biasa untuk anak-anak kita nanti
Langganan:
Postingan (Atom)